Raker dan Orientasi Pengurus Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) Wilayah Sulawesi Selatan

Makassar, 10 Februari 2024 – Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan (BBP Sulsel), Dr. Ganjar Harimansyah menghadiri kegiatan Rapat Kerja dan Orientasi Pengurus Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan secara hibrida. Pengurus AGBSI Sulsel yang hadir secara luring sejumlah 13 orang yang berasal dari Kota Makassar, Kab. Gowa, Maros, Takalar, Jeneponto, Kota Palopo dan Kab. Enrekang. Pengurus yang lain pun turut berpartisipasi secara daring.

Ketua AGBSI Sulsel, Ronisalassa menyampaikan sambutannya mengenai pentingnya rapat kerja dan orientasi pengurus untuk menyusun program kerja dan meningkatkan kinerja organisasi.

Selanjutnya, Ketua AGBSI Pusat yang diwakili oleh Suwarsono menyampaikan arahan kepada pengurus AGBSI Sulsel agar organisasi ini senantiasa mengambil peran dalam meningkatkan kualitas guru Bahasa dan Sastra Indonesia dengan melakukan pelatihan guru, seminar, dan kegiatan lain yang dapat meningkatkan kapasitas pendidik.

WhatsAppImage2024-02-10at12550PM1
WhatsAppImage2024-02-10at13053PM
WhatsAppImage2024-02-10at13120PM
WhatsAppImage2024-02-10at12548PM
WhatsAppImage2024-02-10at12549PM2
WhatsAppImage2024-02-10at12549PM
WhatsAppImage2024-02-10at12551PM2
WhatsAppImage2024-02-10at12548PM1
previous arrow
next arrow
WhatsAppImage2024-02-10at12550PM1
WhatsAppImage2024-02-10at13053PM
WhatsAppImage2024-02-10at13120PM
WhatsAppImage2024-02-10at12548PM
WhatsAppImage2024-02-10at12549PM2
WhatsAppImage2024-02-10at12549PM
WhatsAppImage2024-02-10at12551PM2
WhatsAppImage2024-02-10at12548PM1
previous arrow
next arrow

Kepala BBP Sulsel, Dr. Ganjar Harimansyah, turut menyampaikan sambutan secara daring dalam kegiatan tersebut. Beliau menyatakan, Balai Bahasa Sulawesi Selatan siap mendukung program kerja AGBSI Sulsel. Beliau mengharapan agar AGBSI Sulsel terus mendorong profesionalisme guru, baik dari aspek keilmuan, kualitas pembelajaran, maupun tanggung jawab sosial. Bahkan, AGBSI diharapkan menjadi “motor pendorong inspirasi” para guru Bahasa dan Sastra Indonesia dengan pola 50:30:20 (50% menjadi tempat kerja dan berbagi praktik baik, 30% sebagai media dan sarana pelatihan para guru, dan 20% menjadi tempat “curhat” bagi guru dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhannya. Adapun hasil rumusan program kerja AGBSI selama satu tahun, yakni webinar penyusunan modul ajar, penyusunan dan sosialisai kode etik guru, digitalisasi pembelajaran, kemah bahasa dan sastra, serta kampanye pengarusutamaan bahasa Indonesia melalui media sosial.